Trik Ajarkan Anak untuk Berhemat

Berhemat tak cuma menjadi urusan orang-orang dewasa namun anak-anak pun juga. Untuk itu, anak-anak perlu di ajarkan bagaimana menghemat uang sejak dini supaya terbiasa sampai dewasa.

Pegiat Literasi Kabupaten Banyumas, Fajar Pujianto berkata, orang tua mesti dapat membagikan batasan pemakaian uang. Kalau hendak membagikan uang pada anak, usahakan supaya menggunakannya dalam beberapa kebutuhan. “Menjadi contoh, seorang anak yang diberi uang saku sebanyak Rp 10 ribu untuk keperluannya selama 4 hari. Dengan begitu anak itu akan berpikir untuk menghematkan uangnya supaya dapat hingga 4 hari,” terang Fajar seperti dilansir situs sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id, Hari senin (8/5).

Orang tua pun juga tak bisa lupa untuk mengajarkan anak untuk menabung. Setelah anak di ajarkan untuk menghemat uangnya, sekarang giliran mengajarkan cara menabung. Salah 1 yang dapat di lakukan, yaitu dengan menyisihkan sebagian uang sakunya untuk menabung.

Supaya anak rajin dalam menabung, Fajar menyarankan, orang tua dapat memberi anak celengan yang unik ataupun sesuai dengan keinginan dan juga kesukaannya. Adapun cara lain yaitu dengan memberinya hadiah saat si anak rajin menolong orang tua. Hal ini bisa di lakukan dengan syarat uang itu di masukkan kedalam celengan.

Ke-3, Fajar menyarankan, orang tua membagikan pengertian mengenai kerja keras orang tua dalam mengais rejeki. Dengan seperti ini di harapkan anak menjadi luluh, tak lagi merengek mengharap sesuatu sesuai dengan keinginannya. Mereka akan menjadi tahu arti perjuangan orang tua dalam melengkapi kebutuhan keluarga.

Supaya anak lebih paham pada hal ini, maka coba carilah waktu senggang supaya anak itu dapat menerimanya. Sampaikan dengan pelan supaya anak mengerti bahwa uang yang di miliki tak di dapatkan begitu saja.

Ke-4, ajarkan untuk membedakan antara keinginan dan juga kebutuhan. Anak mesti telah mengerti mengenai batasan-batasan pemakaian uangnya, ulet dalam menabung dan juga mengerti mengenai perjuangan orangtua dalam memberi mereka nafkah. Setelah itu, giliran untuk mengajarkan mana yang akan menjadi keinginan dan juga mana yang menjadi kebutuhan.

Berdasarkan Fajar, hal itu bisa di lakukan dengan mengajarkan anak supaya membuat daftar kebutuhan yang mesti terpenuhi. Saat membuat daftar kebutuhan, cenderung anak itu menulis sesuai dengan keinginannya. Maka itu, cobalah untuk mendampingi mereka untuk mengurut daftar kebutuhan yang sangat mendesak yang mesti dibeli.

“Dengan cara seperti ini akan membuat anak menjadi mengerti akan kebutuhan dan juga keinginan,” kata Sekretaris Forum TBM Kabupaten Banyumas ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*