Susu Kedelai Ternyata Dapat Membuat Organ Vital Laki-Laki Mengecil

Tak seluruh orang dapat minum susu sebab mengalami alergi dengan susu sapi. Kalau alergi ini muncul pada anak-anak, maka orangtua pun berusaha untuk membagikan susu pengganti layaknya susu kedelai untuk mereka. Harapannya, dengan tetap mengonsumsi susu walaupun berupa susu kedelai, maka mereka dapat mendapat nutrisi yang baik untuk kesehatan dan juga perkembangannya. Sayangnya, berdasarkan ahli kesehatan, pemberian susu kedelai untuk anak laki-laki dapat jadi menimbulkan masalah kesehatan untuk pertumbuhannya. Seperti apakah masalah itu?
Ahli kesehatan spesialis andrologi, dr. Nugroho Setiawan, MS, SpAnd, mengatakan bahwa kalau anak laki-laki sering mengonsumsi susu kedelai, maka hal ini dapat berpengaruh pada organ vitalnya. Menjadi , susu kedelai faktanya kaya akan hormon estrogen hingga andai anak laki-laki sering mengkonsumsinya, di khawatirkan hal ini akan dapat menurunkan produksi hormon testosteron nya. Menjadi , pada masa pertumbuhan, hormon testosteron akan cukup berpengaruh besar pada perkembangan dari ukuran organ vital pada anak laki-laki. Hal ini berarti, dengan sering mengonsumsi susu kedelai, di khawatirkan ukuran kelamin dari anak laki-laki akan menjadi lebih kecil dan juga kantung buah zakarnya juga akan cenderung lebih mulus dan juga bukannya hitam dan juga berkerut layaknya pada umumnya.

Berdasarkan dr. Nugroho, testis ataupun buah zakar biasanya mempunyai suhu sekitar 4 derajat Celcius atau lebih rendah dari suhu badan kita supaya produksi sperma yang baik. Sebab alasan inilah kantung buah zakar laki-laki cenderung menggantung dan juga berkeriput supaya suhunya cenderung lebih dingin. Kalau bentuk ukuran buah zakar tak seperti ini, di khawatirkan hal ini akan mengakibatkan masalah kesuburan.

Tidak cuma kebiasaan meminum susu kedelai saja, anak laki-laki yang sedang mengalami kelebihan berat tubuh pun juga dapat mengalami penurunan pada produksi hormon testosteron secara signifikan. Alhasil, ukuran dari alat kelaminnya pun juga cenderung lebih kecil dan juga di khawatirkan akan mengalami masalah kesuburan ketika anak tumbuh dewasa. Sebab alasan inilah sebaiknya orangtua tak lagi menganggap anak yang gemuk menjadi anak yang sehat dan juga menjaga berat tubuh anaknya tetap ideal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*