Hati-Hati! Tahun Ini Seluruh Pelaku E-Commerce Akan Kena Pajak

JAKARTA – Tidak cuma perusahaan pemilik platform e-commerce, ke depannya seluruh pelaku yang terlibat dalam perusahaan digital itu akan dikenakan pajak.

“Seluruh pelaku di situ (e-commerce), mesti diatur serta dikenakan perpajakan,” jelas Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, bernama Oke Nurwan, di Jakarta, Hari kamis (26/1/2017).

Tapi menurutnya, pengaturan perpajakan ini tak mudah. Sampai ketika ini, Kementrian Perdagangan (Kemendag) tetap menggodok aturan perpajakan itu dengan Kementerian Keuangan.

Tidak cuma pelaku e-commerce dalam negeri, Kemendag pun juga membahas bagaimana e-commerce dari luar negeri dikenakan pajak. Pembahasan ini akhirnya juga di nilai cukup rumit sebab keberadaan perusahaan diluar negeri, tapi cukup diminati rakyat Indonesia.

“Nah jika itu pelakunya diluar negeri mesti gimana kami ngaturnya, apakah mesti ada perwakilannya di sini ataupun gimana. Ini berbicara digital, jadi itu yang sedang kami diskusikan agak ramai bagimana cara implementasinya, ini yang harus kami bahas,” ungkapnya.

Tadinya, perusahaan berlokasi digital dikenakan pajak sesuai dengan Undang-undang yang berlaku, seperti yang sedang diaplikasikan pada Google, Fb, serta yang lain, tapi keberadaan perusahaan itu tetap menjadi kendala.

“Mulanya kan kami ngaturnya sesuai UU yang berlaku, namun faktanya pemainnya tak ada di sini itu mau gimana ngejarnya, jadi agak komplikatif,” ujarnya.

Walaupun sejauh ini hasil akhir keputusan belum di ketahui, Nurwan mengatakan pengaturan pajak e-commerce diputuskan sebelum semester pertama 2017.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*