Anak Rentan Terpapar Hoax, Begini Cara Mengatasinya

Anak yang hidup di masa sekarang, lebih akrab dengan perangkat dari pada orang tuanya ketika di usia yang sama.

Penyebaran arus yang begitu cepat berpotensi di alami anak saat berselancar di dunia internet, termasuk di dalamnya juga berita bohong ataupun yang bersifat provokatif.

Psikolog keluarga Annelia Sari Sani, ketika ditemui di sebuah acara diskusi, Hari kamis, berpendapat orangtua tak bisa gagap technology menghadapi anak yang hidup di era serba digital.

Berikut merupakan hal-hal yang perlu di perhatikan ketika anak mencari di dunia maya.

1. Dampingi anak
Orangtua sebaiknya seringkali berada di samping anak saat mereka memakai perangkat. Mendampingi berarti benar-benar sungguh memperhatikan apa saja aktivitas si anak di dunia maya, bukannya berada di samping namun sambil bermain perangkat sendiri.

2. Diskusi
Saat menemukan berita yang di duga tak benar ataupun bersifat tak baik, ajak anak untuk berdiskusi, contohnya dengan bertanya bagaimana pendapatnya mengenai berita itu serta dari mana sumbernya.

Anak usia 10 tahun berdasarkan Annelia telah bisa diajak berdiskusi.

3. Tanamkan nilai-nilai keluarga
Menyematkan nilai-nilai keluarga sedini mungkin cukup terpenting sebab anak akan terus membawanya walau pun dia berada diluar kawasan rumah. Ajarkan pun juga bahwa tiap keluarga mempunyai nilai yang bertentangan serta mesti masih menghormati perbedaan itu.

4. Manfaatkan “parental control”
Pilih perangkat yang ramah anak sebab mempunyai fitur “parental control”. Orangtua bisa mengatur apa saja yang bisa diakses gadget itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*